​ 

Hollywood tak habis2nya memproduksi film superhero, & kebanyakan laris di bioskop. Jalan ceritanya seru, tokoh yg baik pasti berjaya, & si jahat pasti tersingkir. Para penonton senang dibuatnya. Bagaimana jika jalan ceritanya terbalik? Kemungkinan besar penonton protes. Tak jarang kita punya kecenderungan yg sama dalam hidup. Kita protes ketika orang baik menderita atau sebaliknya, orang jahat berjaya.
Keluhan bernada protes juga disampaikan oleh nabi Habakuk. Bagaimana mungkin bangsa Babel dipakai Tuhan untuk menghukum umat pilihan-Nya? Tuhan itu Mahakudus (Hab. 1:12,13a), sedangkan bangsa Babel menyembah berhala & terkenal kejam (Hab. 1:17). Memang umat Israel telah berdosa & layak dihukum. Tetapi, cara Tuhan melakukannya bukan jalan cerita yg diharapkan Habakuk. Dalam penantian sang nabi, Tuhan menyatakan bahwa Dia adalah Tuhan yg adil & benar, tidak akan membiarkan orang jahat berjaya. Namun, kapan & bagaimana mereka akan dihukum, itu ada dalam kedaulatan Tuhan. Yg harus dilakukan oleh Habakuk menantikan waktu Tuhan dengan tetap percaya (HB. 1:3,4).
Saudaraku, siapa yg dapat menyelami jalan pikiran Tuhan? Bahkan apa yg tampak jahat dapat menjadi alat di tangan-Nya untuk mendatangkan kebaikan. Yesus sendiri disalibkan seperti penjahat sekalipun Dia tidak berdosa. Tampaknya tidak adil, namun melaluinya datang penebusan bagi manusia. Apakah Anda pernah bingung & bertanya2 saat melihat peristiwa yg sulit dipahami? Sampaikan kebingungan & keraguan Anda kepada Tuhan, & dengan iman nantikanlah Dia berkarya pada waktu-Nya.
“Mata-Mu terlalu suci untuk melihat kejahatan & Engkau tidak dapat memandang kelaliman. Mengapa Engkau memandangi orang2 yg berbuat khianat itu & Engkau berdiam diri, apabila orang fasik menelan orang yg lebih benar dari dia?” (Hab. 1:13)

Baca: Habakuk 1:12-2:5

#surgadihatiku 

Advertisements