Oleh  Peter Lynch dan John Rothschild 

RAHASIA SUKSES, KATA SEORANG INVESTOR AMERIKA YANG PALING BERHASIL, ADALAH BERHENTI MENDENGARKAN “PARA AHLI” DAN MENGANDALKAN MATA DAN TELINGA ANDA…


SAYA mengunjungi berpuluh-puluh perusahaan setiap tahun dan melewatkan waktu jam demi jam dalam percakapan yang memusingkan dengan presiden direktur dan analis keuangan. Tetapi bukan dari situ saya mendapat gagasan investasi yang paling baik.
Saya menanamkan uang dalam Taco Bell karena saya nienyukai keledai mereka. Komputer Apple? Anak-anak saya punya satu di rumah dan kami membeli beberapa buah di kantor.
Istri saya Carolyn adalah salah satu sumber saya yang paling baik. Dia menemukan pantyhose L’eggs — salah satu produk barang konsumen yang paling sukses di tahun 1970-an dan contoh yang sempurna dari kekuatan pengetahuan umum.
Sebelum saya mengambil alih di Fidelity Magellan, saya bekerja sebagai analis sekuritas dan kemudian sebagai direktur penelitian di sana. Saya mengetahui bisnis tekstil dari kunjungan ke pabrik-pabrik, membuat kalkulasi keuntungan, bahkan mengetahui beberapa istilah pertenunan. Tetapi semua ini tidak begitu berharga kalau dibandingkan dengan informasi yang dikumpulkan oleh Carolyn dengan pergi ke toko kebutuhan sehari-hari. Di sana, di salah satu ‘gang, dipajang kaus kaki panjang wanita yang dikemas dalam telur plastik warna-warni. Perusahaan Hanes, yang memiliki L’eggs pada waktu itu, memperkenalkan produknya di toko-toko di seluruh negeri, termasuk daerah pinggiran kota Boston, Massachusetts, tempat kami tinggal.
Carolyn tidak perlu menjadi analis tekstil untuk mengetahui bahwa L’eggs merupakan produk yang unggul. Yang diperlukan hanya mencobanya. Pantyhose ini pas dipakainya dan kemungkinan melorot lebih kecil daripada stoking lainnya. Tetapi daya tarik yang utama adalah kemudahannya. Orang bisa membeli L’eggs sambil membeli pasta gigi dan pisau silet, tanpa harus mengkhususkan diri pergi ke toko serba ada.
Karena wanita cenderung pergi ke toko pakaian sekali setiap enam minggu, sedangkan mereka pergi ke toko kebutuhan sehari-hari dua kali seminggu, mereka. punya 12 kesempatan untuk membeli L’eggs untuk satu kesempatan untuk membeli merek lain. Menjual kaus kaki panjang di toko kebutuhan sehari-hari akan menjadi gagasan yang sangat populer. Orang bisa memperhitungkan hal itu dengan memperhatikan jumlah wanita dengan telur plastik di tempat pembayaran.
Berapa banyak wanita yang membeli pantyhose, pramuniaga yang melihat wanita membeli pantyhose, dan suami yang melihat istrinya pulang membawa pantyhose tahu tentang keberasilan L’eggs? Berjuta-juta. Dan cukup mudah bagi setiap orang untuk mengetahui bahwa L’eggs dibuat oleh Hanes dan bahwa Hanes tercatat dalam Bursa Saham New York.
Begitu Carolyn memberitahukan kepada saya tentang Hanes, saya melakukan sedikit penelitian dan kemudian merekomendasikan saham kepada manajer portofolio Fidelity. Kami mendapatkan kembali uang kami enam kali lipat.
Pembelian Besar. Pengalaman saya dengan Leggs membuktikan bahwa setiap orang bisa memilih saham sama baiknya, atau lebih baik, dibandingkan dengan rata-rata para ahli. Rahasia suksesnya: Tidak usah mendengarkan kata-kata kaum profesional. Gunakanlah pengetahuan umum Anda sendiri.
Orang tidak mungkin menjadi konsumen tanpa melakukan banyak analis fundamental terhadap berpuluh-puluh perusahaan. Kalau Anda setengah waspada saja, Anda bisa memilih investasi yang bagus sekali dari tempat bisnis Anda atau dari pusat pertokoan setempat, sebelum para ahli menemukannya.
Jangan beranggapan bahwa satu-satunya pemenang besar adalah saham luar biasa dari perusahaan yang aneh seperti Braino Biofeedback atau Cosmis R & D. Saya telah menemukan pembelian besar dalam banyak perusahaan yang baik.
Ambillah misalnya restoran McDonald. Pada awal tahun 1970-an banyak investor berpikir bahwa perluasan perusahaan yang besar-besaran sudah merupakan kejadian di masa silam. Tetapi kemudian McDonald membuat restoran drive-in, dan kemudahan itu mendatangkan bermobil-mobil pelanggan. Sebuah menu sarapan pagi mengisi restoran-restoran yang kalau tanpa itu restoran mereka pasti akan sepi. Dan taman tempat bermain menarik anak-anak yang tak terhitung banyaknya — seperti anak perempuan saya, Beth, yang sudah melihatnya dari jarak sejauh satu mil. Saya bisa melihat bahwa masih ada perkembangan baru di McDonald.
Kalau Anda membeli saham McDonald pada tahun 1981, nilai saham Anda sudah empat kali lipat pada tahun 1989.
Dunkin’ Donut merupakan penemuan lainnya. Saya sering pergi ke sana bersama keluarga sesudah ke gereja. Saya selamanya menyukai kopinya, tetapi pada suatu hari Minggu sesuatu yang lain menarik perhatian saya. Cangkir kopi di tangan saya terbuat dari keramik dan bukannya plastik yang murah seperti biasanya — isyarat sederhana bahwa perusahaan menyukai mutu. Saya memperhatikan bahwa toko sudah diubah modelnya, kamar kecilnya bersih sekali dan tempat itu penuh pengunjung. Inilah perusahaan yang perlu diselidiki, dan saya pun melakukan penelitian.
Investasi sebesar xxx .000 dalam Dunkin’ Donuts pada tahun 1982 akan menghasilkan kira-kira xxx .000 dalam waktu empat tahun berikutnya.
Subaru juga contoh menarik lainnya. Saya belum pernah punya mobil Subaru, tetapi teman-teman banyak yang punya. Mereka selalu memuji-muji mobil itu. Demikian pula seorang laki-laki yang mengerjakan rumah saya. Begitu juga banyak pemilik mobil Subaru yang saya wawancarai di luar pusat perbelanjaan dan gedung bioskop. Kalau begitu banyak orang menyukai suatu produk, maka sudah tiba waktunya untuk mulai menyelidiki.
Seandainya Anda menanamkan uang senilai sebuah mobil Subaru ke dalam saham Subaru pada tahun 1977 yang lalu dan menjualnya pada tahun 1986, maka Anda akan menjadi jutawan.
Lakukan pekerjaan rumah Andu. Dengan cara apa pun sebuah saham sampai menjadi perhatian Anda, Anda harus melakukan pekerjaan rumah lebih dulu sebelum membelinya. Melakukan investasi tanpa penelitian sama saja dengan main poker tanpa melihat kartu.
Pekerjaan rumah yang saya lakukan terhadap Chrysler, yang sedang menghadapi kebangkrutan ketika saya mulai membeli sahamnya pada tahun 1982, sebagian adalah di bidang utang. Untuk menyelamatkan Chrysler, pemerintah Amerika Serikat menjamin pinjaman xxx ,2 milyar. Saya menyadari pinjaman ini memberi ruang gerak kepada Chrysler untuk beraksi, sehingga bank-bank tidak akan menutup perusahaan itu. ?l
Tetapi saya juga berhasil mengetahui bahwa Chrysler sudah mengurangi biaya produksi dan harga mobil sementara menambahkan beberapa asesori khusus. Keyakinan saya kepada perusahaan itu diperkuat lebih lanjut setelah saya mengunjungi ruang pamernya dan masuk ke dalam mobil konvertibel yang baru Laser, New Yorker dan Le-Baron. Selama bertahun-tahun Chrysler telah mengembangkan reputasi sebagai mobil bergaya kuno, tetapi jelas bagi saya bahwa mereka telah menambahkan lebih banyak asesori ke dalam modelnya yang baru. Itu akan menarik pembeli yang lebih muda.
Masih ada lagi yang memberi saya keyakinan akan keberhasilan Chrysler untuk menyelamatkan diri: Dalam liburan keluarga ke Florida, kami menyewa sebuah minibus Chrysler untuk kami naiki sepanjang perjalanan ke sana. Anak-anak sangat menyenanginya.
Ternyata saya menghasilkan banyak uang dengan membeli saham Chrysler dengan harga per lembar pada awal tahun 1982 dan menyaksikan nilainya naik lima belas kali lipat dalam lima tahun.
Kadangkadang menang, kadang-kadang kalah. Apa yang terjadi ketika orang begitu terpesona oleh suatu urusan bisnis sehingga lupa melakukan pekerjaan rumah? Pengalaman saya dengan kongsi supermarket J. Bildner & Sons merupakan contoh yang sempurna. Bildner punya toko makanan di seberang jalan dari kantor saya. Saya sudah makan di sana selama beberapa tahun, dan saya tahu mereka menjual sandwich yang paling lezat di Boston. Saya mendengar bahwa Bildner akan memperluas usaha ke kotakota lain dan go public untuk mengumpulkan dananya. Ini kedengaran baik sekali. Jim Bildner adalah orang yang cerdas dan penuh pengabdian, dan perusahaannya telah mengukir nama baik — berjuta-juta pasangan yang bekerja ingin membeli makanan yang dijual Bildner padahal mereka bisa memasaknya sendiri, seandainya mereka masih memasak.
Saya meneliti operasi mereka dengan melihat tokonya lebih dekat. Tokonya bersih, efisien dan penuh dengan pelanggan yang merasa puas. Saya juga mengetahui bahwa toko itu menghasilkan banyak uang, dan bahwa perusahaan itu tidak merencanakan untuk membebani diri sendiri dengan utang bank yang terlalu besar. Maka saya pun membeli saham Bildner dengan harga penawaran perdana sebesar per lembar pada bulan September 1986.
Bildner membuka cabang di sebuah toko serba ada Boston. Cabang ini jatuh. Kemudian Bildner membuka dua cabang di Manhattan, yang dimatikan oleh toko makanan setempat. Perluasan lebih lanjut ke kota-jota yang lebih jauh, termasuk Atlanta, juga mendatangkan kekecewaan. Satu atau dua kesalahan mungkin tidak begitu merusak; tetapi perusahaan ini menderita kegagalan bertubi-tubi.
Akhirnya manajemen mundur kembali ke toko-tokonya yang asli, kemudian melakukan reorganisasi di bawah Pasal 11. Saya berangsurangsur mulai melepaskan sahani Bildner dengan kerugian yang berkisar dari 50 sampai 95 persen.
Di mana saya melakukan kesalahan? Saya membeli saham Bildner sebelum saya melihat apakah gagasan yang bagus dari lingkungan setempat benar-benar berhasil di tempat lain. Seandainya saya mau menunggu, saya pasti tidak akan membeli sama sekali. Tidak pernah terlambat untuk tidak menanam uang dalam usaha yang belum terbukti keberhasilannya.
Tetapi itu tidak apa-apa. Untuk setiap saham Bildner ada saham McDonald, saham Dunkin’ Donuts — dan juga saham La Quinta Motor Inns.
Pertama kali saya mendengar tentang La Quinta adalah ketika mengobrol dengan salah satu pesaingnya dari Holiday Inn. “La Quinta membunuh kami di Houston dan Dallas,” katanya kepada saya. La Quinta menawarkan kamar bermutu dengan sewa 30 persen lebih rendah daripada di Holiday Inn. Bagaimana mungkin?
La Quinta telah menyingkirkan ruang konferensi, ruang resepsi dan restoran. Sasaran spesifik mereka: orang»orang bisnis kecil yang tidak menyukai motel mahal dan ingin membayar lebih rendah daripada anggaran penuh.
Saya merasa puas dengan keberhasilan La Quinta, dan disusul dengan menginap tiga malam di tiga La Quinta Inns yang berbeda-beda. Saya mencoba keempukan kasurnya, mencelupkan ujung kaki ke kolam renangnya dan menarik-narik tirainya. Kemudian saya mertibeli saham La Quinta sebanyak-banyaknya dengan dana Magellan dan berhasil mengembangkan uang perusahaan 1.1 kali lipat.
Sekali lagi, penuntun investasi saya yang terbaik adalah mata dan telinga saya sendiri. Selalu demikianlah keadaannya. Pelajaran yang telah saya petik: selalulah melihat dan mendengarkan pemenang besar, yang mungkin berada di hadapan Anda, menunggu untuk diperhatikan. Biar saja orang lain mengandalkan kebijaksanaan Wall Street. Saya akan menggunakan kekuatan pengetahuan saya sendiri. 
(Diambil Om Kicau dari majalah “Sukses dan Prestasi” yang tertumpuk bersaput debu di pojok gudang…)

Source: Kekuatan pengetahuan umum
Kekuatan pengetahuan umum
#surgadihatiku 

Advertisements